DUNIA / KEBIJAKAN ~ Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di Beijing Kamis (29/01) dan menyepakati pembebasan visa bagi warga negara Inggris yang mengunjungi Tiongkok hingga 30 hari. Keduanya juga sepakat mengurangi tarif impor Tiongkok atas wiski Inggris dari 10% menjadi 5%, yang diperkirakan akan menghasilkan manfaat ekonomi sebesar GBP250 juta untuk lima tahun ke depan.
Kedua pemimpin sepakat mengembangkan kemitraan strategis yang komprehensif dan memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, dengan tujuan memperbaiki hubungan yang dingin melalui pendalaman kerja sama di bidang perdagangan dan bisnis.
Menurut kantor berita Xinhua, di hari yang sama Starmer juga bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang dan bersama Li hadir dalam acara Dewan Bisnis Bersama yang diikuti 110 perwakilan dari perusahaan Tiongkok dan Inggris. Pada hari yang sama, raksasa farmasi Inggris AstraZeneca mengumumkan akan berinvestasi sebesar USD15 miliar di Tiongkok hingga tahun 2030.
Sementara, pemerintahan Trump tampaknya semakin waspada terhadap hubungan Inggris yang semakin erat dengan Tiongkok. Setelah KTT Tiongkok-Inggris, Presiden Trump memperingatkan Inggris agar tidak memperkuat hubungan ekonomi dengan China, dengan mengatakan kepada wartawan, “Akan sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan itu.”
Sejak musim gugur lalu, sejumlah pemimpin Eropa telah mengunjungi Tiongkok, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron pada bulan Desember. Negara-negara Eropa memperkuat hubungan mereka dengan Tiongkok yang disisi lain semakin memperlebar keretakan hubungan dengan pemerintahan Trump terkait isu-isu seperti perlakuan terhadap wilayah Greenland milik Denmark.
info@jurnalbisnis.com

