Perusahaan Teknologi Global Bakal Sulit Hindari Pajak

“Digitalisasi ekonomi dan kemajuan teknologi informasi mengubah model bisnis di mana kehadiran secara fisik tidak penting. Hal ini melemahkan prinsip “Permanent Establishment” yang menjadi dasar sistem perpajakan internasional. Diperlukan sistem perpajakan internasional baru agar mampu menjamin pemajakan yang adil antarnegara di era digitalisasi,” Sri Mulyani Indrawati- Menteri Keuangan

Kerjasama perpajakan internasional menurut Sri Mulyani dinilai dapat menjadi cara guna mencegah penghindaran pajak khususnya melalui ‘Base Erosion Profit Shifting’ dan kerjasama pertukaran informasi ‘Automatic Exchange of Information’ (AEOI) oleh 130 negara.

Raksasa teknologi seperti Facebook, Google, Amazon dan lainnya sering mendapat kecaman karena berupaya menurunkan tagihan pajak dengan mencatatkan keuntungannya di negara dengan tarif pajak rendah, namun peraturan terbaru yang sedang disusun para menteri keuangan akan menutup celah bagi perusahaan teknologi global menghindari pajak serta mempersulit negara seperti Irlandia untuk memberikan pajak sangat rendah.

Baca selengkapnya di CNBC Indonesia

Kredit Foto @facebook