Pabrik Fraksionasi Plasma Darah SK Plasma Di Karawang Targetkan Pasar Domestik dan Ekspor

KABAR EKBIZ – SK Plasma terus melanjutkan pembangunan pabrik fraksionasi plasma darah di Karawang, Jawa Barat di dorong target perusahaan yang tengah mengincar lompatan kuantum dengan memperluas kapasitas produksi dan menguasai pasar global.

Pasar mengharapkan SK Plasma yang berencana melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2026 akan mengadopsi strategi meningkatkan nilai perusahaan dengan meraih hasil seperti ekspansi eksternal dan peningkatan laba melalui pengoperasian pabrik di Karawang.

Menurut sumber industri pada Selasa (22/10), Pabrik fraksionasi plasma darah SK Plasma ditargetkan selesai tahun 2025 dengan kapasitas maksimum terpasang sebanyak 1 juta liter plasma mentah per tahun.

Pabrik yang telah mendapat persetujuan pembangunan akhir dari Kementerian Kesehatan pada bulan Maret 2023, merupakan pabrik fraksionasi plasma darah pertama yang ditujukan untuk pasar domestik dan global, dianggap sebagai simbol keberhasilan ekspansi bisnis ke luar negeri.

SK Plasma berencana membangun pabrik dalam bentuk EPCM (Engineering, Procurement, Construction and Management) yang dikerjakan SK Eco Engineering dan juga mentransfer teknologi terkait fraksinasi plasma.

Indonesia merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar, dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa dan PDB terbesar ke-11 di dunia, tetapi saat ini untuk produk darah masih 100% bergantung pada impor.

Permintaan produk plasma di pasar farmasi Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,15 triliun.

SK Plasma berharap pembangunan dan pengoperasian pabrik akan memungkinkan Indonesia menjadi swasembada produk darah, serta dapat diekspor ke negara-negara tetangga.

redaksi@jurnalbisnis.com