Keidanren Usulkan Pembangunan Infrastruktur Data Space Publik-Swasta

JURNAL GLOBAL – Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan investasi ESG (Environmental, Social and Governance) dan penguatan regulasi lingkungan seperti Carbon Border Adjustment Measures (CBAM) di Uni Eropa, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengungkapkan informasi tentang emisi CO2 produknya dalam rantai pasokan global mereka.

Selanjutnya Uni Eropa terus maju dengan implementasi sosial “data space”, mekanisme untuk menghubungkan sejumlah besar data lintas batas perusahaan, industri, dan negara, dan berbagai upaya terus dipercepat, termasuk peluncuran data space untuk industri.

Di Jepang, infrastruktur berbagi data yang disebut “Ekosistem Ouranos” telah ditetapkan. Namun, pengembangan mekanisme publik untuk mengesahkan identitas mitra komunikasi dan keaslian data, yang merupakan prasyarat untuk data space industri tepercaya secara internasional, masih berlangsung.

Menurut Keidanren, jika situasi saat ini tidak ditangani, hal itu dapat menghambat pertukaran dan pemanfaatan data lintas batas oleh perusahaan-perusahaan Jepang, yang secara serius akan berdampak pada daya saing industri Jepang.

Mengingat situasi saat ini, pemerintah harus segera membangun landasan kepercayaan dan ruang data industri yang dapat dioperasikan secara internasional.

Pembangunan data space industri dengan landasan kepercayaan diharapkan dapat berkontribusi guna mewujudkan
(1) Memperkuat daya saing industri
Melalui ruang data industri, Keidanren bertujuan memperluas dan meningkatkan kolaborasi data, menciptakan nilai dan layanan baru, serta meningkatkan daya saing, yang pada akhirnya akan mengarah pada penguatan daya saing industri Jepang secara keseluruhan.

(2) Mengatasi masalah global
Menuju terwujudnya Transformasi Hijau (GX) dan Ekonomi Sirkular (CE), Keidanren akan berkontribusi untuk mengurangi dampak lingkungan di seluruh rantai nilai dengan membangun sistem berbagi data yang andal yang melampaui batas-batas perusahaan dan industri individual.

(3) Pengungkapan informasi dan kepatuhan terhadap peraturan
Dengan memanfaatkan Ruang Data Industri, perusahaan akan dapat dengan lancar menanggapi kebutuhan pengungkapan informasi dari investor ESG dan pihak lain, serta peraturan lingkungan seperti CBAM.

Tindakan yang diperlukan dari sektor publik dan swasta
Pertama, Badan Digital harus memimpin dan bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri untuk segera menyajikan strategi dan jadwal di seluruh pemerintah. Dalam melakukannya, penting untuk menempatkan “pengembangan landasan kepercayaan” sebagai prioritas utama dan secara sistematis memajukan perbaikan lingkungan yang diperlukan.

Selain itu, akan efektif untuk memperluas sistem berbagi data yang ada melalui kerja sama publik-swasta. Misalnya, salah satu pendekatan yang mungkin adalah menghubungkan Ekosistem Ouranos dengan platform terpercaya untuk menambah keandalan dan interoperabilitas internasional.

Lebih jauh lagi, pada tahap awal pengaturan data space industri, pemerintah harus menambah anggaran secara drastis dan meminta industri ikut berkontribusi mendanai biaya operasional manajemen dan operasi, memastikan pembagian biaya yang tepat antara sektor publik dan swasta. Namun, dukungan pemerintah sangat penting bagi perusahaan kecil dan menengah.

Penting juga bagi sektor publik dan swasta untuk menciptakan kasus penggunaan yang menarik dan mempromosikan manfaat konkret bagi berbagai industri dan perusahaan.

Lebih jauh lagi, untuk memperluas ruang data industri Jepang secara internasional, penting juga untuk memanfaatkan kerangka kerja seperti Asia Zero Emission Community (AZEC).

Keidanren meyakini pelaksaan berbagi data tersebut tidak hanya akan mengarah pada pengurangan dampak lingkungan melalui pengungkapan informasi, tetapi juga pada penciptaan layanan baru dan peningkatan daya saing industri.

Dalam konferensi pers Selasa (15/10), Wakil Ketua Keidanren Toshiaki Higashihara mengatakan, “Ada kemungkinan industri baru akan lahir dengan memanfaatkan data yang diungkapkan. Menciptakan sistem di Jepang merupakan masalah yang mendesak, dan tahun depan merupakan periode yang paling kritis.”

Lebih lanjut Higashihara menyampaikan, “”Jika kita melakukan penundaan, Jepang akan tertinggal dalam bidang seperti lingkungan, dan yang diperlukan tidak hanya menerbitkan proposal dan menyelesaikannya, tetapi bekerja sama dengan sektor publik dan swasta untuk mencapainya dengan cepat dan mantap.”

redaksi@jurnalbisnis.com