Harga Minyak Mentah Global Berfluktuasi Dipicu Memanasnya Situasi di Iran

=

EKBIZ / GLOBAL ~ Situasi di Iran semakin tegang akibat penindakan terhadap protes anti-pemerintah, yang menyebabkan ketidakpastian harga minyak mentah, dan hal tersebut juga berdampak terhadap produksi minyak global.

Di pasar berjangka minyak mentah New York, harga West Texas Intermediate (WTI), naik sekitar 11% antara 7 sampai 14 Januari, mencapai kisaran USD62 per barel untuk pertama kalinya sejak Oktober 2025. Harga melonjak karena meningkatnya spekulasi pasokan minyak mentah global akan terganggu setelah Presiden AS Trump mengisyaratkan intervensi militer di Iran menyusul penindakan terhadap demonstrasi protes.

Pada 15 Januari, ekspektasi intervensi militer mereda, menyebabkan harga minyak mentah anjlok lebih dari 4%. Beberapa pihak percaya pemerintahan Trump, yang menghadapi pemilihan paruh waktu Kongres AS pada musim gugur mendatang, akan menghindari tindakan keras yang dapat memicu kenaikan harga minyak mentah. Namun, Matt Gartken dari perusahaan riset BCA Research menunjukkan, “Krisis hanya mereda sementara, belum terselesaikan. Pasar perlu memperhitungkan risiko penurunan produksi minyak yang signifikan.”

Iran merupakan salah satu produsen minyak terkemuka di dunia, terletak di sebelah Selat Hormuz, jalur utama untuk transportasi minyak mentah. Meskipun berada di bawah sanksi AS, Iran menyumbang sekitar 4% dari produksi global. Dengan produksi sekitar empat kali lipat dari Venezuela, dampaknya terhadap pasar minyak mentah sangat signifikan. Raksasa keuangan AS, Goldman Sachs, menyatakan “fluktuasi harga diperkirakan akan terjadi karena naiknya risiko ganguanpasokan dari Iran, Venezuela, dan negara-negara lain.”

redaksi@jurnalbisnis.com