Perinus & Ajirushi Ekspor 1.000 Ton Gurita ke Jepang

(Jakarta) PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus dan Ajirushi, perusahaan asal Prefektur Ibaraki yang bergerak di bidang pengolahan hasil laut bekerjasama melakukan ekspor sebanyak 1.000 ton gurita hasil tangkapan di wilayah perairan Indonesia Timur ke Jepang pada tahun ini, dengan nilai sekitar Rp 50 miliar, yang tahap pertama pengirimannya akan dimulai pada bulan April.

Ajirushi yang didirikan pada tahun 1887 dan resmi terdaftar menjadi badan usaha di tahun 1957  merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan produk dan pengolahan hasil laut, serta perencanaan dan penjualan produk makanan dingin dan makanan beku, tidak hanya ditujukan untuk pasar Jepang tapi juga pasar mancanegara lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia.

Sumber Berita :
~ Perinus Bidik Ekspor 1.000 Ton Gurita ke Jepang

Direktur Utama Perinus Dendi Anggi Gumilang mengatakan, pihaknya optimistis dapat mengekspor gurita sebanyak 1.000 ton pada tahun ini ke Negeri Sakura. Optimisme itu didasarkan pada pengalaman Perinus sebelumnya yang pernah melakukan ekspor serupa dengan volume kecil.

“Sebelumnya terkendala karena ada beberapa alat yang belum kami bangun seperti cold storage, tapi sekarang sudah kami bangun,” ujarnya, Kamis (30/03).

Dendi menjelaskan, pada awal April 2017, Perinus akan mengirimkan ekspor perdana gurita sebesar 30 ton sebagai pencontohan. Gurita yang diekspor ini hampir semua akan didatangkan dari Indonesia bagian Timur seperti Makassar dari hasil tangkapan nelayan. “Karena gurita ini hanya ditangkap lewat pancing oleh nelayan, dan kami akan bantu mereka dengan menggunakan kapal milik Perinus,” paparnya.

Baca Juga :
~ Perinus akan pakai dana PMN dongkrak produksi ikan
~ Perinus bidik produksi ikan tangkap naik 40%

Apabila ekspor gurita pada tahun ini dapat terealisasi 1.000 ton, Dendi menargetkan, tahun depan akan dilanjutkan ekspor dengan volume yang lebih besar lagi. Selain gurita, Perinus juga akan memperbesar ekspor ikan tuna ke Jepang, serta menjajaki peluang ekspor ikan ke China dan Korea. Saat ini, sudah ada pihak perwakilan dari kedua negara yang menjajaki peluang kerjasama ekspor.

Kendati menjajaki pasar ekspor, Dendi bilang, peluang pasar perikanan dalam negeri masih cukup besar. Menurutnya dari sekitar 6.000 ton produksi Perinus tahun 2016, hanya sekitar 5% yang diekspor, sisanya digunakan di dalam negeri.

Pada 2017, Dendi menargetkan Perinus bisa memproduksi 16.000 ton ikan. Dengan target sebesar itu, maka pihaknya tengah membenahi sejumlah kapal milik Perinus agar bisa meningkatkan jumlah tangkapan.