Partai Demokrat Kuasai Senat, Rupiah Melemah Tipis

Jurnalbisnis – Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS pada Kamis (07/01), ditutup terkoreksi terbatas, setelah sempat melemah pada sesi siang, sementara dolar AS di pasar Eropa bertahan setelah pulih di sesi global sebelumnya.

Rupiah terhadap Dolar AS pada Kamis petang melemah tipis 0,11% atau 15 poin ke level Rp 13.910 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.895.

Penguatan Dolar AS terjadi setelah Partai Demokrat memenangkan kendali Senat AS, membuka jalan bagi kemungkinan stimulus fiskal yang lebih besar di bawah Presiden terpilih Joe Biden.

Pasar mata uang sebagian besar tidak terganggu kekacauan di Washington setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Capitol AS pada hari Rabu.

Analis umumnya berasumsi Senat yang dikendalikan Demokrat akan positif bagi pertumbuhan ekonomi secara global dan untuk sebagian besar aset berisiko, tetapi negatif untuk obligasi dan dolar karena anggaran AS dan defisit perdagangan dapat semakin melebar.

“Narasi kuncinya adalah potensi inflasi yang lebih tinggi pasca stimulus fiskal yang lebih kuat setelah Demokrat menguasai Senat,” kata Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING di London yang dikutip Reuters.

“Dalam jangka panjang, implikasi dolar terhadap inflasi yang lebih tinggi seharusnya negatif.”

Penguatan dolar pada Kamis didukung pembelian safe-haven, kata Pesole, dan menegaskan kembali pandangan bearish ING untuk dolar pada 2021.

Indeks dolar naik 0,2% menjadi 89,567 pada awal perdagangan London, sementara Dolar Australia turun 0,3% menjadi 77,792 sen AS, Euro juga turun 0,2% menjadi $ 1,23030, sedangkan terhadap Yen, Dolar naik 0,3% menjadi 103,385.

Pound Inggris diperdagangkan pada level $ 1,3615 dan Bitcoin mencapai level tertinggi baru sepanjang masa di $ 37.800 pada hari Kamis, melanjutkan lonjakan lebih dari 800% sejak pertengahan Maret.