Pangsa Pasar Lada Vietnam di Rusia Tahun 2020 Lebih dari 70%

Jurnalbisnis – Ekspor lada Vietnam selama tahun 2020 diperkirakan mencapai 288,000 ton, naik 1,2% namun nilainya turun 6,8% menjadi US$ 665 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Pangsa pasar lada Vietnam, pada periode Januari-Oktober 2020 sebanyak 74,7% diekspor ke Rusia, naik dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 ketika itu pangsa pasarnya sebesar 68,56%.

Menurut berita yang dilansir Vinanet Kamis (07/01) Direktorat Impor dan Ekspor, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyebutkan sesuai perkiraan, ekspor lada pada Desember 2020 mencapai 23 ribu ton dengan nilai US$ 62 juta, naik 0,3% dalam volume dan nilainya juga naik 2,5%.

Sementara untuk bulan November 2020 ada peningkatan volume 38% dan nilai 54,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Rata-rata harga lada untuk ekspor pada bulan Desember 2020 diperkirakan sebesar US$ 2.696/ton, naik 2,2% dibandingkan November 2020 dan naik 11,9% dibandingkan Desember 2019. Pada tahun 2020, rata-rata harga ekspor lada diperkirakan sebesar US$ 2.313/ton, turun 7,9% dibandingkan 2019.

Menurut statistik dari Direktorat Bea Cukai, dalam 11 bulan pertama tahun 2020, ekspor lada hitam mencapai 218,800 ton dan nilainya US$ 460,38 juta, dengan volume naik 3,3%, tetapi nilainya turun 7,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

Selain itu ekspor lada hitam ke banyak pasar utama meningkat, seperti Cina, Amerika Serikat, Inggris dan Mesir, Sebaliknya, ekspor lada hitam ke India, Jerman, Iran, Nepal, dan Turki mengalami penurunan.

Data yang dirilis Direktorat Impor dan Ekspor, dengan mengutip statistik dari Dinas Kepabeanan Rusia, menyebutkan bahwa impor lada dalam 10 bulan pertama tahun 2020 mencapai 8,140 ton, turun 1,0% dengan nilai US$ 19,66 juta, juga turun 5,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

Harga impor rata-rata lada Rusia dalam 10 bulan pertama tahun 2020 mencapai US$ 2.415/ton, turun 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. yang rata-rata impor lada Rusia turun dari banyak pemasok utama, tetapi meningkat dari Vietnam, Brasil, Polandia dan Jerman.

Dalam 10 bulan pertama tahun 2020, Rusia meningkatkan impor lada dari beberapa pasar pemasok utama, seperti Vietnam, India, dan Indonesia. Secara spesifik, impor lada Rusia dari Vietnam pada 10 bulan pertama tahun 2020 mencapai 6,100 ton, naik 7,9% dengan nilai US$ 15,54 juta, naik 9,7% pada periode yang sama tahun 2019.

Pangsa pasar lada asal Vietnam di Rusia dalam 10 bulan pertama tahun 2020, sebesar 74,7%, lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2019 ketika itu pangsa pasarnya sebesar 68,56%.

Sementara impor lada Rusia dari India dalam 10 bulan pertama tahun 2020 mencapai 991 ton, naik 48,6% dan nilainya US$ 1,12 juta, juga naik 32,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. Impor lada Rusia asal India sebesar 12,17% dari total impor 10 bulan pertama tahun 2020, naik dibanding 8,1% pada 10 bulan pertama tahun 2019.

Pada akhir Desember 2020, harga lada hitam di Vietnam mengalami penurunan dibandingkan akhir November 2020. Pada 28 Desember 2020, harga lada hitam turun dari 2.000-4.000 VND/kg (turun 3,6 – 6,8%) dibandingkan 30 November 2020. Penurunan terendah 3,6% di provinsi Dong Nai; penurunan tertinggi 6,8% di provinsi Ba Ria – Vung Tau, turun menjadi 53.000 – 54.500 VND/kg. Harga lada putih turun 6.000 VND/kg menjadi 72.000 VND/kg, namun meningkat tajam dibandingkan harga 63.000 VND/kg pada periode yang sama tahun 2019.