Drip Capital Dapat Pendanaan US$ 25 Juta Dari Accel & Sequoia

Jurnalbisnis – Drip Capital, startup fintech yang berkantor di Palo Alto dan Mumbai, menawarkan modal kerja tanpa agunan kepada para eksportir kecil dan menengah, telah mendapatkan pendanaan seri B senilai US$ 25 juta yang dipimpin oleh investor lama dan baru.

Accel, yang merupakan salah satu satu investor lama, memimpin putaran seri B dan juga Sequoia India, Wing VC, dan Y Combinator. Sementara investor baru yang ikut mendukung startup trade finance ini termasuk GC1 Ventures dan platform investor institusional Trusted Insight.

Perusahaan trade finance fintech, yang mulai beroperasi pada tahun 2016, menggunakan proprietary technology untuk menilai risiko kredit tanpa kertas dengan menekankan penggunaan data alternatif untuk memperluas pembiayaan pasca-pengapalan jangka pendek (short term post shipment financing ), dengan nilai pendanaan maksimum US$ 2,5 juta, kepada eksportir UKM.

Sampai pertengahan tahun 2019, Drip Capital telah memfasilitasi perdagangan senilai US$ 500 juta dan menargetkan untuk memfasilitasi perdagangan senilai $ 1 miliar pada 2020.

Untuk mencapai target ini, Drip Capital akan menggunakan dana yang dikumpulkan pada pendanaan seri B untuk menawarkan produk baru dan memasuki wilayah geografis baru seperti Meksiko dan Uni Emirat Arab.

Hingga saat ini, Drip Capital telah mengumpulkan US$ 45 juta berupa ekuitas dan US$ 55 juta dalam bentuk hutang.

“Pembiayaan perdagangan atau trade finance adalah industri berbasis kertas yang didominasi perbankan dengan berfokus pada nasabah korporat besar dan mapan. Sementara usaha kecil, meskipun menyumbang 50% dari ekspor barang dagangan dari India, sebagian besar tetap diabaikan,” kata Pushkar Mukewar, salah satu pendiri dan co-chief executive officer di Drip Capital. “Misi kami adalah untuk menyamakan posisi para eksportir usaha kecil ini, tidak hanya di India tetapi juga di pasar negara berkembang di seluruh dunia.”

Mukewar mendirikan Drip Capital bersama Neil Kothari, yang merupakan co-chief executive officer. Keduanya adalah teman sekamar saat kuliah S2 di Wharton School of University of Pennsylvania.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Drip Capital disebutkan bahwa bisnis Drip Capital telah berkembang 10 kali lipat dalam dua tahun terakhir karena telah memberikan kredit kepada lebih dari 400 eksportir di seluruh India.

“Dengan sistem otomatis, Drip memberikan pengalaman pelanggan yang mulus dan dapat membiayai pengiriman dengan mengklik tombol di dashboard. Sementara backend, Drip terintegrasi dengan beberapa sumber data elektronik dan telah membangun algoritma kepemilikan untuk menjamin risiko setiap pengiriman,” kata Kothari.

Fokus pemerintah India saat ini memperkuat usaha kecil dan menengah, yang dapat menciptakan lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi, serta ketidakmampuan perbankan memberikan pinjaman kepada para peminjam akibat meningkatnya kredit macet memberi celah bagi startup fintech seperti Drip untuk mengisi kesenjangan pembiayaan perdagangan global yang diperkirakan mencapai US$ 1,5 triliun, dan untuk India saja nilainya diperkirakan sekitar US$ 80 miliar.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Solusi Pembiayaan Perdagangan Drip Capital silahkan menghubungi arry.raymond@indoconext.com