Lampaui Target Tahun 2024, KEK Capai Investasi Kumulatif Rp263,4 Triliun

JURNAL EKBIZ – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu andalan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 8%. Selama 2024, Investasi di KEK telah melebihi target yang telah ditetapkan, sebesar Rp90,1 triliun atau 115% dari target. Serapan tenaga kerja sebanyak 47.747 orang atau 122% dari target. Secara kumulatif, KEK telah mencatat capaian investasi sebesar Rp263,4 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 160.874 orang dan melibatkan sebanyak 403 pelaku usaha.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, mengapresiasi kerja keras KEK saat memberikan sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Evaluasi Kinerja KEK Tahun 2024 di Jakarta, Senin (20/01).

“Saya ucapkan terima kasih untuk capaiannya. Selanjutnya untuk target di tahun 2025 harus lebih optimis, karena secara nasional Presiden menargetkan investasi tinggi dari Rp1.650 triliun di 2024 menjadi Rp1.905 triliun di tahun 2025,” ujar Sesmenko Susiwijono.

“Sementara itu, untuk mencapai target ekonomi 8%, kita memerlukan investasi hingga Rp13.032 triliun dalam 5 tahun ke depan. Peran KEK menjadi sangat penting menuju pencapaian target pertumbuhan tersebut,” lanjutnya.

Sesmenko Susiwijono juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan tinggi untuk melindungi resiliensi ekonomi dan stabilitas nasional, di tengah ketidakpastian global. Ekonomi Global 2024 dan 2025 diproyeksikan tumbuh 3,2%, di bawah rata-rata historis. Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya, tekanan fragmentasi geoekonomi, lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik, suku bunga tinggi, perlambatan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan pemerintahan baru Amerika Serikat.

Sejalan dengan Sesmenko, Plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo, KEK harus memberi kontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“KEK merupakan salah satu program prioritas di era Pemerintahan Prabowo dan diharapkan dapat berkontribusi besar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 5 tahun ke depan,” ujar Sekjen Edwin.

Berdasarkan laporan perkembangan yang dilaporkan oleh Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK, terdapat 7 KEK yang telah merealisasikan target investasi dan tenaga kerja lebih 100% di tahun 2024, yakni KEK Sei Mangkei, KEK Singhasari, KEK Kendal, KEK Nongsa, KEK Lido, KEK Sanur, dan KEK Kura Kura Bali.

Sementara untuk KEK yang telah mampu mencapai target tenaga kerja lebih dari 100%, diantaranya KEK Tanjung Lesung, KEK Sei Mangkei, KEK Mandalika, KEK Kendal, KEK Nongsa, KEK Gresik, KEK BAT, dan KEK Kura Kura Bali.

Sampai saat ini Pemerintah telah menetapkan 24 KEK di Indonesia, dan diharapkan pada 2025 akan ditetapkan 5 KEK lagi. Dengan jumlah KEK yang semakin bertambah KEK disertai target yang cukup tinggi, kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga dan pemangku kepentingan lainnya menjadi sangat penting.

Oleh karenanya, Sekjen Edwin menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam pengembangan KEK sebagai prioritas pembangunan di berbagai wilayah untuk mewujudkan pemerataan, diantaranya melalui pembangunan infrastruktur sekitar kawasan, serta penciptaan multiplier effect.

Kegiatan Rakernas dan Evaluasi Kinerja KEK Tahun 2024 ini dilaksanakan selama dua hari pada 20-21 Januari 2025 dengan agenda hari pertama untuk mengevaluasi kinerja dari 24 KEK selama tahun 2024. Hari kedua membahas debottlenecking tantangan dan isu strategis dalam pelaksanaan kegiatan usaha di KEK bersama Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga terkait, serta mensinkronisasikan kebijakan Kementerian/Lembaga dalam mendukung pengembangan KEK.

“Melalui pertemuan ini, diharapkan dapat menjadi wadah guna pengambilan langkah penyelesaian atas permasalahan yang dihadapi, serta memastikan pembangunan KEK dapat berjalan dan mencapai target,” pungkas Sekjen Edwin.

Turut hadir dalam Rakernas tersebut baik secara daring maupun luring, Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Para Kepala Biro Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Ketua Dewan Kawasan, Kepala Administrator KEK, serta Pimpinan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) dari 24 KEK.

redaksi@jurnalbisnis.com