JURNAL INDUSTRI – PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anaknya mengumumkan hasil keuangan tidak diaudit periode 9M-24. Perseroan mempertahankan pertumbuhan laba bersih double-digit sebesar 15,2% YoY karena pertumbuhan positif seluruh segmen bisnis, didukung pengelolaan biaya operasional yang baik, dan dampak positif dari biaya non-operasional. Margin laba kotor relatif stabil sebesar 39,3% dibanding periode 9M-23 setelah mencerminkan dampak bauran produk dan bauran bisnis.
“Kami menilai kinerja sembilan bulan pertama tahun 2024 menunjukkan tanda pemulihan yang baik dari sisi volume permintaan, dibarengi dengan margin yang stabil. Berbagai inisiatif strategis berjalan sesuai rencana khususnya untuk membangun ekosistem onkologi, obat biologi, obat generik dan alat kesehatan. Dengan tetap mewaspadai gejolak eksternal dari kondisi finansial dan geopolitik global, kami percaya bahwa Perseroan mampu terus tumbuh dan memanfaatkan peluang dalam industri kesehatan Indonesia dalam memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia,” kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady Rabu (30/10).
Divisi Obat Resep – Penjualan bersih meningkat sebesar 10,4% YoY terutama didukung oleh segmen obat generik untuk mendukung ketersediaan obat BPJS serta pertumbuhan pada kategori obat-obatan specialty. Kalbe akan terus memperkuat posisi di bidang farmasi dengan melanjutkan inovasi obat-obatan biologi dan ekosistem onkologi serta terus mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ke depan, Kalbe juga mengambil langkah mengembangkan penetrasi obat-obatan onkologi di Asia Tenggara.
Baca juga >> Bank Indonesia :”Transformasi Digital dan Teknologi Jadi Kunci Untuk Kemajuan Industri Halal”
Divisi Produk Kesehatan – Penjualan bersih meningkat sebesar 4,0% YoY didorong oleh pemulihan bertahap di pasar lokal dan ekspor. Kalbe akan melanjutkan fokus dalam pengembangan produk kategori preventif dan wellness.
Divisi Nutrisi – Penjualan bersih meningkat sebesar 0,2% YoY terutama didorong oleh pertumbuhan pada kategori produk segmen menengah dan produk minuman. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan kondisi pasar lokal untuk kategori susu bubuk yang mengalami kontraksi. Ke depan, Kalbe akan terus berfokus pada pengembangan produk kategori ready- to-drink dan produk dengan harga lebih terjangkau agar dapat mendorong pertumbuhan.
Divisi Distribusi dan Logistik – Penjualan bersih meningkat sebesar 12,8% YoY seiring dengan pertumbuhan kontribusi prinsipal eksternal. Strategi Kalbe untuk mengembangkan bisnis distribusi melalui pengembangan alat kesehatan akan terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca juga >> Kementan Siap Lakukan Pengawalan Investasi untuk Dorong Peningkatan Produksi Daging dan Susu
Secara keseluruhan penjualan bersih domestik bertumbuh sebesar 8,4% sementara penjualan bersih ekspor mengalami tekanan sebesar 7,4% dibandingkan 9M-23 terutama disebabkan adanya kendala di beberapa negara ekspor seperti ketidakstabilan politik, pembatasan izin impor, dan pelemahan daya beli konsumen. Kalbe tetap fokus untuk melanjutkan strategi penetrasi dan portofolio produk ekspor.
Di tengah risiko geopolitik dan fluktuasi keuangan global, Perseroan akan terus mengelola rantai pasokan dan mengelola persediaan dengan tetap mengutamakan ketersediaan produk. Untuk mempertahankan margin ke depan, Perseroan akan terus menjaga efisiensi bisnis dengan pemanfaatan digitalisasi serta mengelola efektivitas pemasaran untuk meningkatkan pertumbuhan.
Strategi kenaikan harga akan diterapkan secara selektif dengan memperhatikan kondisi daya beli masyarakat. Perseroan juga mencadangkan kas dalam USD sebagai mitigasi fluktuasi nilai tukar Rupiah/USD mengingat sebagian besar bahan baku masih harus diimpor.
Perseroan mempertahankan Outlook 2024 dengan pertumbuhan penjualan pada kisaran 6 – 7% pertumbuhan laba bersih pada kisaran 13 – 15%, serta kebijakan dividen dengan rasio 45% – 55% terhadap laba bersih 2023. Perseroan melanjutkan program pembelian kembali saham dengan anggaran Rp 1 triliun untuk mendukung harga saham dan memberikan nilai yang optimal bagi pemegang saham.
redaksi@jurnalbisnis.com

