16 Gerai UMKM Bakal Hadir di Stasiun MRT Jakarta

Sebagai bentuk dukungan dan keberpihakan MRT Jakarta terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT MRT Jakarta menyiapkan lima stasiun strategis untuk ditempati oleh 16 gerai UMKM. Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Lebak Bulus dengan enam gerai UMKM, Stasiun Fatmawati dengan enam gerai UMKM, Stasiun Haji Nawi dengan satu gerai UMKM, Stasiun Blok A dengan satu gerai UMKM, dan Stasiun Dukuh Atas dengan dua gerai UMKM,”

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta, Ghamal Peris, dalam konferensi pers terkait “Pengembangan Retail UMKM di Stasiun MRT Jakarta” yang diadakan pada Kamis (24/01) lalu di Kantor Pusat PT MRT Jakarta di Wisma Nusantara, Jakarta, yang juga menghadirkan Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, Joshua Puji Mulia Simandjuntak, sebagai narasumber. Konferensi pers dihadiri oleh jurnalis dan blogger baik cetak maupun daring.

“16 gerai UMKM ini terdiri dari delapan gerai kuliner, lima gerai mode (fashion), dan tiga gerai kriya (kerajinan tangan). Dimensi gerai yang disediakan adalah 8 m2(4×2 meter) dengan dikenakan biaya sewa sebesar Rp1,360,000 per bulan serta bebas biaya pelayanan (service charge) dan tidak dikenakan biaya deposito dan bagi hasil. Biaya sewa gerai per bulan tersebut adalah 50 persen lebih murah dari biaya sewa retail regular (non-UMKM),” ucap Ghamal.

“Secara umum, kriteria umum yang ditetapkan adalah UMKM yang belum memiliki waralaba, hanya dari sektor kuliner, fesyen, dan kriya; milik Warga Negara Indonesia, tidak punya toko di pusat perbelanjaan kategori A, tidak menggunakan peralatan membahayakan area stasiun seperti kompor, dapat menyediakan laporan keuangan toko atau jenama (brand) selama satu tahun terakhir (termasuk penjualan di media sosial), dan siap membuka gerai sejak pukul 05.00 pagi hingga 22.00 malam,” lanjut Ghamal.

Lebih lanjut Joshua menyampaikan apresiasinya atas pelibatan BEKRAF dalam pengembangan UMKM di stasiun MRT jakarta. “BEKRAF menyambut positif tawaran diadakannya retail UMKM di dalam stasiun MRT Jakarta, sebagai bagian dari sejarah perubahan bagi warga Jakarta. Stasiun MRT Jakarta hadir mendukung UMKM,” ujar ia. “UMKM yang membuka gerai di Stasiun MRT Jakarta dalamsatu tahun akan diamati pertumbuhan bisnisnya dengan adanya trafficyang ada di stasiun karena stasiun MRT Jakarta akan memberikan akses terhadap pasar, penambahan publikasi produk dan jasa yang lebih luas. Setiap UMKM akan mendapat kesempatan untuk dibina,” lanjut ia.

Penentuan UMKM dilakukan melalui proses kurasi oleh tim ahli dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI. Tahapan pengumuman dan pendaftaran telah dimulai sejak 24 Januari 2019 dan diharapkan pada 18 Februari 2019 seluruh UMKM yang akan menempati stasiun MRT Jakarta telah ditetapkan dan ketika MRT Jakarta beroperasi pada Maret 2019, gerai ini pun telah beroperasi.