TECH & LIFE ~ Ichiran Ramen adalah destinasi wajib kunjungan di Jepang. Sebagai jaringan ramen populer, selalu ada antrean Panjang didepan gerainya baik di Tokyo maupun di kota lain. Ichiran sangat populer di kalangan wisatawan bukan hanya karena ramennya yang lezat, tetapi juga karena interiornya yang unik, mengingatkan pada ruang belajar kecil, dan pelayanannya.
Kursi-kursi di konter yang panjang dan sempit, sekat di kedua sisi, dan layar lantai yang ditinggikan untuk menutupi wajah staf. Mengapa sistem ini dirancang sedemikian rupa untuk menghalangi interaksi antara staf dan pelanggan, bahkan jarak antara pelanggan yang duduk di sebelahnya? Dan mengapa sistem ini begitu disukai banyak orang?
Salah satu ciri khas Ichiran yang paling menonjol adalah, setiap tempat duduk dipartisi, mengingatkan pada ruang belajar. Gaya tempat duduk unik ini, yang disebut “Taste Focus Counter,” adalah ciri khas Ichiran Ramen.
Partisi secara fisik menghalangi kontak dengan orang lain saat menikmati ramen, memungkinkan pengunjung untuk fokus sepenuhnya pada cita rasa ramen, tanpa perlu khawatir tentang kecepatan makan atau terlibat dalam percakapan.
Di Jepang, pengunjung yang makan sendirian adalah hal biasa, Taste Focus Counter menawarkan lingkungan yang nyaman di mana pengunjung dapat makan tanpa khawatir tentang tatapan orang lain atau beban psikologis “makan sendirian.” Bagi pengunjung yang makan sendirian, ini mungkin pilihan yang paling menarik.
Ketika pendiri Ichiran Ramen, Yoshitomi, membuka gerai Ichiran pertamanya, ia melakukan survei. Hasilnya mengungkapkan banyak wanita merasa kesulitan untuk masuk ke kedai ramen sendirian.
Yoshitomi mengingat pengalaman para siswi SMP yang menyembunyikan mulut mereka saat makan bento. Khawatir banyak wanita mungkin merasa tidak nyaman makan di bawah tatapan orang lain, ia merancang lingkungan pelanggan dapat makan tanpa perlu khawatir tentang orang lain.
Ini menandai awal dari “Fokus pada Rasa di Meja Makan”. Sistem tempat duduk Ichiran, yang lahir dari filosofi Yoshitomi tentang “mendorong pengalaman tulus dengan rasa”, dirancang untuk menghilangkan percakapan yang tidak perlu dan gangguan visual, memungkinkan pelanggan untuk fokus sepenuhnya pada indra perasa mereka.
Lebih jauh lagi, pengalaman bersantap unik Ichiran dicapai dengan menghormati waktu dan ruang individu, memungkinkan pelanggan untuk menikmati ramen dengan santai.
Tidak hanya kursi di kedua sisi, tetapi bagian depan juga ditutupi dengan pembatas, yang tidak dilepas kecuali saat staf dapur mengambil lembar pesanan dan tiket, saat menyajikan ramen, atau saat diminta oleh pelanggan.
Ini berarti pelanggan jarang bertemu staf, dan bahkan ketika pembatas dilepas, pemandangan dari depan kursi tetap menutupi wajah mereka. Pembatas kaki ini menghilangkan sikap sopan atau tekanan yang tidak perlu, memungkinkan pelanggan untuk menikmati ramen mereka tanpa terlihat staf dapur.
di konter juga akan disediakan tombol panggil, papan bertuliskan permintaan, dan formulir pesanan tambahan di atas meja. Jika ingin tambahan nasi atau topping setelah menghabiskan ramen, atau jika ingin menyampaikan permintaan pribadi kepada staf, cukup gunakan tombol panggil yang terletak di tempat duduk. Sistem ini sangat dipuji pada masa awal Ichiran, karena menghilangkan kebutuhan untuk memanggil staf. Sekarang ini dianggap sebagai ciri khas Ichiran.
Sistem pemesanan ramen Ichiran juga secara konsisten menarik perhatian. Pelanggan memilih menu yang diinginkan, membeli kupon makan, dan kemudian menggunakan lembar pesanan untuk menyesuaikan ramen dengan memilih ketebalan mie, kekentalan kaldu, topping, dan tingkat kepedasan.
Setelah semuanya selesai, pelanggan menyerahkan lembar pesanan dan kupon makan kepada staf, yang akan mengkonfirmasi pesanan dan menyiapkan ramen.
Sistem pemesanan Ichiran yang dirancang dengan cermat memungkinkan pelanggan untuk menikmati ramen paling lezat sesuai selera masing-masing dengan cara mereka sendiri. Pelanggan dapat menikmati ramen secara personal tanpa harus menyesuaikan selera teman atau merasa canggung.
Selain itu, sistem ini meminimalkan interaksi dengan staf selama proses pemesanan, menghilangkan kemungkinan campur tangan dari pendapat atau opini orang lain, sehingga pelanggan dapat memesan ramen personal sendiri.
Popularitas Ichiran yang abadi bukan hanya karena ramennya yang lezat, tetapi juga karena sistemnya, yang dirancang untuk memungkinkan para pengunjung menikmati cita rasa ramen dengan nyaman, sesuai dengan selera masing-masing, bahkan saat sendirian.
Perhatian Ichiran yang cermat terhadap detail, mengubah isolasi dari ketidaknyamanan menjadi kenyamanan, mengurangi kelelahan komunikasi dalam masyarakat yang sibuk saat ini dan menjamin pengalaman bersantap pribadi tanpa gangguan.
Apa yang dapat dipelajari dari kunjungan ke Ichiran Ramen adalah pertimbangan tidak selalu harus berarti keintiman atau kontak langsung dengan orang lain. Sistem Ichiran memiliki implikasi signifikan bagi budaya bersantap.
Dengan semakin banyaknya orang modern yang mencari kesempatan bersantap pribadi, bebas dari kebisingan dan perhatian yang tidak perlu, sistem Ichiran berfungsi sebagai model yang efektif untuk memenuhi kebutuhan ini melalui desain ruang fisik dan layanan uniknya, sekaligus menghormati selera dan emosi individu.
redaksi@jurnalbisnis.com



