Penelitian Terbaru Ungkapkan Konsumsi Vitamin D Dapat Kurangi Resiko Serangan Jantung

=

LIFE & TRAVEL ~ Penelitian terbaru mengungkapkan strategi inovatif yang berpotensi memerangi penyakit jantung. Para ilmuwan telah menemukan dosis vitamin D yang disesuaikan secara individual dapat mengurangi risiko serangan jantung berikutnya secara signifikan pada pasien yang telah didiagnosis dengan penyakit arteri koroner.

Hasil studi yang dipresentasikan pada Sesi American Heart Association’s Scientific Sessions 2025 yang berlangsung 7-10 November silam dapat menjadi dasar bagi pendekatan baru dalam kardiologi.

Hingga saat ini, suplemen vitamin D didasarkan pada dosis universal, tetapi para ilmuwan menyatakan pendekatan ini mungkin tidak memadai. Sebuah tim peneliti yang dipimpin ahli epidemiologi Heidi T. May dari Intermountain Health mengusulkan dosis vitamin D yang dipersonalisasi berdasarkan hasil tes darah individu.

“Hasil riset menunjukkan dengan memberikan suplemen vitamin D berdasarkan kadar darah dapat secara signifikan mengurangi risiko serangan jantung berikutnya,” ujar Dr. May.

Para peneliti menyatakan vitamin D, yang berfungsi sebagai hormon dalam tubuh, memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung dan mengurangi peradangan. Kekurangan vitamin D merupakan masalah global dan ditambah dengan meningkatnya insiden penyakit kardiovaskular, membutuhkan solusi yang efektif dan mudah diakses.

52% Lebih Sedikit Serangan Jantung, Jadi Temuan Pemberi Harapan
Studi ini menganalisis data dari 630 pasien penyakit jantung akut yang dirawat di Intermountain Medical Center di Utah selama enam tahun. Rata-rata tindak lanjut berlangsung selama empat tahun. Hasilnya sangat inovatif: pasien yang kadar vitamin D-nya dipantau secara teratur dan dosisnya disesuaikan memiliki risiko serangan jantung berikutnya sebesar 52% lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya menerima perawatan standar.

Lebih lanjut, studi ini memperlihatkan lebih dari 85% peserta awalnya memiliki kadar vitamin D dalam darah yang suboptimal—di bawah 40 nanogram per mililiter (ng/mL). Temuan ini menyoroti skala masalah defisiensi vitamin D pada populasi penderita penyakit jantung.

Personalisasi dalam Pengobatan di Masa Depan
Selanjutnya tim peneliti menyerukan perubahan pendekatan dalam menangani pasien penyakit jantung, dengan mengusulkan penerapan protokol yang ketat untuk memantau kadar vitamin D dalam darah dan menyesuaikan suplementasi setiap tiga bulan.

“Pendekatan ini membutuhkan protokol klinis yang personal dan cermat, berbeda dari model dosis tradisional,” jelas Dr. May.

Namun, para peneliti mengingatkan meskipun hasilnya menjanjikan, validasi lebih lanjut diperlukan dalam studi yang lebih besar dan telah melalui tinjauan sejawat.

“Ini adalah salah satu temuan paling signifikan mengenai efek vitamin D pada sistem kardiovaskular, tetapi hasil ini harus etap disikapi dengan hati-hati,” tegas mereka.

Harapan Baru Pengobatan Penyakit Jantung
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh karena itu, para ilmuwan melihat potensi dari temuan mereka untuk mengembangkan strategi pencegahan baru yang berfokus pada optimalisasi kadar nutrisi. Vitamin D, yang disintesis di kulit saat terpapar sinar matahari, dapat menjadi elemen kunci dalam upaya ini.

redaksi@jurnalbisnis.com