DUNIA ~ Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, dalam konferensi pers setelah Pertemuan Kebijakan Moneter Jumat (23/01) menyatakan suku bunga jangka panjang, sempat naik hingga kisaran 2,3%, yang merupakan level tertinggi dalam 27 tahun sejak 1999, “meningkat dengan cukup pesat.”
Mengenai latar belakang kenaikan tersebut, Ueda menunjukkan, “Ada suara-suara di pasar yang mengatakan kenaikan ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi dan harga di masa depan, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter. Namun ada juga yang mengatakan dipicu ketidakstabilan penawaran dan permintaan obligasi jangka sangat panjang karena faktor-faktor seperti akhir tahun fiskal.”
Mengenai tanggapan Bank Sentral Jepang, Ueda menjelaskan, “Dalam keadaan luar biasa, kami dimungkinkan untuk menerapkan operasi fleksibel (operasi pasar terbuka) untuk mendorong pembentukan suku bunga yang stabil di pasar. Kami akan mengambil keputusan sambil bekerja sama erat dengan pemerintah dan pihak lain.”
Mengenai dampak dari peningkatan target suku bunga jangka pendek, menjadi sekitar 0,75% pada Desember 2025, beliau mengatakan, “Sejauh ini, permintaan dana dari perusahaan terus meningkat secara bertahap dan pemberian pinjaman dari lembaga keuangan tetap positif.” sambil menambahkan, “Saya yakin lingkungan keuangan tetap akomodatif.”
Ketika ditanya mengenai hubungan antara pelemahan yen di pasar valuta asing dan kenaikan harga, Ueda mengatakan, “Tingkat inflasi (kenaikan harga) secara keseluruhan meningkat, dan ‘tingkat kenaikan harga yang mendasarinya’ juga secara bertahap meningkat, jadi harus memperhatikan pergerakan kecil sekalipun.”
Dalam konferensi pers, ada pertanyaan mengenai pernyataan yang dikeluarkan para kepala bank sentral seluruh dunia untuk mendukung Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang kini menjadi subjek penyelidikan kriminal. Ueda tidak ikut serta dalam pernyataan tersebut dan menjelaskan “masalah ini melibatkan politik domestik di Amerika Serikat, dan seperti di masa lalu, kami telah memutuskan tidak pantas untuk ikut serta dalam sebuah pernyataan.”
Pada pertemuan kebijakan tanggal 23, Bank Sentral Jepang memutuskan dengan suara mayoritas untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di sekitar 0,75%.
redaksi@jurnalbisnis.com

