Tim Peneliti Universitas Kobe Berhasil Bekukan Sel iPS dengan Fungsi yang Hampir Sempurna

=

TECH & LIFE ~ Tim peneliti dari Universitas Kobe mengumumkan dalam jurnal ilmiah internasional pada 8 Januari telah berhasil membekukan dan mengawetkan sel iPS yang dikultur dalam bentuk lembaran, dan sebagian besar masih mempertahankan kemampuan sel untuk berdiferensiasi menjadi jaringan manusia. Jika diterapkan secara praktis, hal ini akan mempermudah produksi massal dan pemeliharaan sel iPS menggunakan mesin.

Sel iPS biasanya dikultur dalam bentuk lembaran, dan meskipun dapat dibekukan, metode konvensional mengharuskan lembaran dikeluarkan dari wadah dan dipisahkan menjadi beberapa bagian, yang merupakan proses rumit dan menimbulkan risiko kerusakan sel selama proses berlangsung.

Tim peneliti Universitas Kobe kini berhasil melemahkan ikatan antar sel tanpa merusak struktur lembaran dengan cara memberikan perlakuan awal terhadap sel-sel dengan enzim secara singkat sebelum dibekukan, dan telah mengembangkan pengawet baru.

Ketika lembaran dibekukan tanpa perlakuan enzim, atau diberi pengawet yang tersedia secara komersial, viabilitas sel mendekati 0% dalam waktu 48 jam setelah pencairan. Di sisi lain, dengan teknologi baru ini, viabilitasnya setidaknya 70%.

Profesor Tatsuo Maruyama dari tim peneliti mengatakan, “Sel iPS sebelumnya membutuhkan teknik khusus dan media kultur yang mahal untuk pemeliharaannya, tetapi sekarang dapat disimpan dalam jangka waktu lama semudah makanan beku, dan dapat berkontribusi pada realisasi pengobatan regeneratif dan pengembangan obat-obatan baru.”

Sel iPS sangat penting untuk pengobatan regeneratif dan penelitian penemuan obat di masa depan. Jika teknologi dalam penelitian ini dapat digunakan untuk membekukan lembaran sel iPS apa adanya, maka akan lebih mudah untuk memelihara dan mengelola sel iPS daripada sebelumnya.

Pembekuan dan pencairan sel iPS dapat diotomatisasi menggunakan robot, dan sel tersebut dapat digunakan untuk penelitian atau pengobatan segera setelah pencairan, yang akan memungkinkan pengobatan yang dipersonalisasi untuk setiap pasien dan mempercepat penelitian untuk penemuan obat jenis baru.

Pada awal Desember 2025, tim peneliti yang dipimpin Profesor Maruyama Tatsuo dari Sekolah Pascasarjana Teknik Universitas Kobe, serta Profesor Aoi Takayuki dari Sekolah Pascasarjana Kedokteran Universitas Kobe sudah mempublikasikan hasil temuannya di Biochemical Engineering Journal.

redaksi@jurnalbisnis.com